KABUPATEN CIREBON — Kontingen Kabupaten Cirebon berhasil tembus lima besar pada gelaran Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XI Kunci Bersama Tahun 2024.

Porsenitas tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Cilacap, yang diikuti 11 daerah, diantaranya Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Banyumas.

Pada kesempatan Porsenitas kali ini, kontingen Kabupaten Cirebon berhasil menyabet delapan medali dan berada di posisi keempat. Capaian ini dinilai lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang bertengger di posisi keenam.

Pada klasemen akhir Porsenitas tahun ini, Kabupaten Cirebon hanya kalah raihan emas dengan Kabupaten Ciamis, yang menduduki peringkat tiga, Majalengka peringkat dua, dan Cilacap sebagai tuan rumah yang menjadi juara umum.

Berikut rincian perolehan medali yang diraih kontingen Kabupaten Cirebon menurut data Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon: satu emas dari cabang olahraga (cabor) tenis meja beregu putri, dan tenis lapang beregu putra prestasi; satu perak dari cabor catur nomor beregu prestasi.

Dan, untuk lima perunggu, tiga di antaranya berasal dari cabor tenis meja nomor beregu single putra, beregu ganda putra, dan tunggal eselon. Dua perunggu lainnya disumbang dari cabor catur nomor cepat perorangan, dan cabor bulutangkis nomor beregu putra.

Sementara itu, pada Porsenitas X 2023, kontingen Kabupaten Cirebon meraih 12 medali hingga klasemen akhir. Dari 12 medali itu, tiga di antaranya medali emas, lima perak, dan empat perunggu.

Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, H Ikin Asikin mengapresiasi capaian Porsenitas XI 2024. Ikin berterima kasih atas kerja keras atlet dari kontingen Kabupaten Cirebon.

“Ada beberapa cabor yang tidak kita kirimkan atletnya. Kita hanya mengirim atlet-atlet dari cabor unggulan,” ucap Ikin. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — DPRD Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna tentang Hantaran Bupati terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2025, di Ruang Abhimata Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (11/7/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menyampaikan nota pengantar ringkasan dokumen rancangan KUA-PPAS TA 2025.

Dalam penyampaiannya, Wahyu menjelaskan, rancangan KUA-PPAS TA 2025 mempertimbangkan isu strategis pembangunan daerah. Maka, fokus pembangunan Kabupaten Cirebon adalah peningkatan perekonomian daerah dan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Wahyu mengatakan, pembangunan ekonomi diarahkan pada percepatan ekonomi yang berkualitas, di antaranya pertumbuhan yang menciptakan pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, membuka kesempatan kerja yang luas, serta menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan.

Hal ini didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup) Cirebon Nomor 72 tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2025.

Dalam penyampaian nota pengantarnya, ia juga menyinggung soal dinamika ekonomi global, baik di Asia maupun ASEAN. Wahyu juga menjelaskan soal tren positif pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi yang positif itu mendorong perbaikan lapangan kerja secara nasional.

“Sejalan dan mempertimbangkan hal-hal tersebut (pertumbuhan ekonomi), maka prioritas pembangunan daerah Kabupaten Cirebon tahun 2025 diarahkan pada pelaksanaan tujuh prioritas pembangunan,” ucap Wahyu.

Ketujuh prioritas pembangunan Kabupaten Cirebon pada 2025, di antaranya pendidikan merata dan berkualitas berbasis Iptek, pelayanan kesehatan sesuai standar dan terjangkau, perekonomian inklusif dan berdaya saing, serta ketahanan pangan, kualitas dan taraf hidup masyarakat, serta sistem perlindungan sosial, keamanan dan ketahanan daerah, infrastruktur memperhatikan kualitas lingkungan hidup, dan reformasi birokrasi serta inovasi pelayanan.

“Penyusunan rancangan PPAS tahun 2025 ini, secara umum disusun secara rasional dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah, dan skala prioritas pembangunan daerah. Dalam hal ini, belanja daerah tidak akan melampaui kemampuan pendapatan dan pembiayaan daerah,” jelasnya.

“Prinsip dalam pengelolaan keuangan, maka pendapatan daerah diproyeksikan pada besaran pendapatan yang optimis tercapai. Sedangkan pada sisi belanja, merupakan batas tertinggi yang dapat dibelanjakan,” imbuhnya.

Ia juga menerangkan soal kerangka pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) 2025. Dalam kerangka APBD itu, disebutkan pula soal pendapatan asli daerah (PAD), target pajak daerah, retribusi hingga pengelolaan hasil kekayaan daerah.

Wahyu juga menjelaskan soal proyeksi pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer. Dan, proyeksi tentang target belanja daerah juga disampaikan dalam nota pengantar rancangan KUA-PPAS TA 2025.

“Dokumen rancangan yang telah disampaikan dan akan dibahas untuk disepakati bersama menjadi KUA-PPAS definitif sebagai dasar penyusunan RKA-SKPD tahun anggaran 2025,” tukasnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon menggelar rangkaian kegiatan pada pelaksanaan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77 tingkat Kabupaten Cirebon tahun2024.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ini dibuka dengan menggelar turnamen futsal antarkoperasi di ANT Sport Center Arum Sari Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/7/2024).

Sekadar diketahui, Hari Koperasi Nasional diperingati setiap tanggal 12 Juli. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinkop UKM menggelar berbagai kegiatan dimulai dari tanggal 11 hingga 18 Juli 2024.

“Saya membuka kegiatan lomba futsal antarkoperasi dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-77 tingkat Kabupaten Cirebon 2024. Hari ini merupakan kegiatan awal perlombaan, sedianya ada 15 kegiatan,” kata Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Drs H Dadang Suhendra MSi.

Dadang berharap, perlombaan futsal antarkoperasi bisa meramaikan rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat Kabupaten Cirebon. Kegiatan lomba futsal tersebut, dikatakan Dadang, sebagai ajang silaturahmi antarkoperasi di Kabupaten Cirebon.

“Jadi, tujuannya adalah silaturahmi dan gembira. Bukan untuk prestasi atau kejuaraan,” ucap Dadang.

Lomba futsal antarkoperasi diikuti 16 tim, dan selama sepekan ke depan, Dinkop UKM Kabupaten Cirebon akan terus menggelar kegiatan.

“Dilanjut nanti pada tanggal 16, 17, dan 18 puncaknya (kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional). Nanti akan dihadiri Pak Pj Bupati Cirebon,” tuturnya.

Selain lomba futsal, rangkaian kegiatan lainnya yang digelar Dinkop UKM, yakni pagelaran tari jaipong dan kelana, bazar produk koperasi, pasar murah Bulog, penyerahan bantuan sosial, santunan anak yatim, donor darah PMI, workshop keuangan digital bersama Bank Indonesia, dan lainnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri sosialisasi Pencegahan Kasus Pertanahan Melalui Implementasi Sertifikat Elektronik di Hotel Aston Cirebon, Kamis (11/7/2024).

Dalam acara tersebut, Wahyu Mijaya menekankan, pentingnya digitalisasi sertifikat tanah untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi data pertanahan.

Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya mengenai sertifikat elektronik, tetapi juga bagaimana peta bidang tanah yang sudah terdaftar, bisa diproses atau disertifikasi secara fisik hingga dibuatkan menjadi dokumen elektronik.

Ia mengatakan, sertifikat tanah elektronik ini akan memberikan manfaat jangka panjang, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam administrasi pertanahan.

Kabupaten Cirebon, lanjut Wahyu, berkomitmen untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Pihaknya berharap, implementasi sertifikat tanah elektronik di daerahnya bisa segera terealisasi dalam jumlah banyak.

“Kami berharap, masyarakat Kabupaten Cirebon yang aset tanahnya belum terdaftar, bisa disertifikatkan, dan yang masih berbentuk cetak bisa dibuat sertifikat elektronik,” ujar Wahyu.

Wahyu menyebut, transformasi ini, diyakini dapat mengamankan data lebih baik dan melindunginya dari potensi masalah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Himat Ginanjar SH MH, menjelaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk meningkatkan layanan pertanahan.

“Program ini mencakup pelatihan, sosialisasi, dan dukungan infrastruktur. Semua buku tanah yang berbentuk cetak, harus divalidasi dan dibuat elektronik,” kata Yuniar.

Ia menambahkan, dengan diterapkannya sertifikat tanah elektronik, maka diharapkan perlindungan terhadap data pertanahan lebih baik dan potensi sengketa berkurang.

“Transformasi digital ini juga diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengelola dan memverifikasi aset tanah mereka,” tukasnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendukung kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR-PMI VII Tingkat Kabupaten Cirebon yang digelar di Pondok Pesantren Abu Manshur, Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered, Selasa (9/7/2024).

Pemkab Cirebon turut menyosialisasikan penanganan stunting melalui konsumsi tablet tambah darah pada acara tersebut.

Pj Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi melalui Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, dr H Edi Susanto MM menyampaikan, penanganan stunting merupakan program nasional dalam upaya menyukseskan Indonesia Emas 2045.

Edi mengatakan, generasi muda harus sehat, berkualitas dan berdaya saing unggul.

“Jadi, pencegahan stunting itu harus sedini mungkin. Remaja putri bisa mengonsumsi tablet tambah
darah sebanyak satu kali dalam seminggu,” ujarnya.

“Kemudian, bisa aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, olahraga rutin, dan asupan gizi seimbang,” kata Edi dalam sambutannya di acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR-PMI VII Tingkat Kabupaten Cirebon.

Ia menyebut, dari pemeriksaan sebanyak 43,9 persen remaja di Kabupaten Cirebon mengalami anemia. Ia berharap, para santri hingga anggota PMI dan PMR yang hadir dalam acara Jumbara, mengonsumi tablet tambah darah sesuai anjuran.

“Semoga Jumbara PMI-PMR yang ke VII ini, dapat meningkatkan motivasi remaja putri untuk minum tablet tambah darah,” tukas Edi.

“Pencegahan stunting sejak masa remaja. Jadi, adek-adek sekalian harus konsumsi tablet tambah darah, karena stunting ini berawal dari kondisi anemia. Wajib setiap seminggu sekali,” imbaunya.

Lebih lanjut, Edi mengatakan, Jumbara PMR-PMI merupakan kegiatan remaja yang bisa dijadikan sebagai media untuk pencegahan stunting sejak dini. Pemkab Cirebon selalu membantu dan mendukung kegiatan PMI.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana mengatakan, Jumbara merupakan ajang silaturahmi anggota PMR tingkat Kabupaten Cirebon.

Rencananya, PMI menyeleksi anggota PMR yang bakal diberangkatkan pada Jumbara tingkat provinsi dan nasional.

“Jadi, disini bukan hanya anggota wira anak-anak SMA, tetapi juga ada anak-anak mula (SD) dan madya (SMP). Sudah ada pembinaan-pembinaan, ketika masuk kesini sudah siap,” katanya.

Heviyana mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Cirebon dalam penanganan stunting, salah satunya dengan sosialisasi konsumsi tablet tambah darah pada acara Jumbara.

Selain sosialisasi, ia menyebut, PMI juga bekerja sama dengan posyandu untuk melakukan penyuluhan hingga pembinaan tentang kesehatan.

“Kita juga sebagai mitra kerja pemda, baik dalam meningkatkan IPM, pendidikan, ekonomi, dan lainnya,” ungkapnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan sejumlah bantuan di empat desa yang ada di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, yang terendam banjir sejak Sabtu (6/7/2024).

Keempat desa itu, yakni Desa Jagapura Kidul, Desa Jagapura Lor, Desa Jagapura Wetan, dan Desa Jagapura Kulon.

Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Dra Indra Fitriani MM mengungkapkan kronologis musibah banjir yang terjadi pada hari Sabtu pukul 09.00 WIB, yang diakibatkan intensitas hujan yang sangat lebat dari malam hingga sore hari.

“Hujan ini juga disertai angin kencang, yang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menimpa jaringan kabel listrik,” ungkapnya.

“Akibatnya, tanggul sungai pembuang Jonggol jebol dan air masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm,” paparnya, Senin (8/7/2024).

Fitri–sapaan akrab Kadinsos menegaskan, dalam bencana banjir ini, di hari pertama terdapat 1.209 jiwa yang terpaksa harus mengungsi dan ditempatkan di beberapa mushala, serta kediaman warga yang dinilai aman.

“Untuk hari kedua, sebanyak 225 jiwa mengungsi, ditempatkan di Mushala dan rumah saudara mereka,” imbuhnya.

Jumlah total warga yang terdampak akibat banjir ini, ada sebanyak 6.291 KK atau sekitar 23.988 jiwa. “Beruntung dalam bencana banjir ini tidak ada korban jiwa,” kata Fitri.

Upaya yang dilakukan oleh Dinsos Kabupaten Cirebon, diantaranya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa sampai ke tingkat RT. Selain itu, Dinsos juga sudah melakukan assesment situasi kondisi di lokasi bencana.

“Kami juga membantu evakuasi warga untuk mengungsi, juga melaporkan hasil assesment. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat, Komisi VIII DPR RI, BPBD, BBWS Ciamanuk-Cisanggarung dan Camat Gegesik,” jelasnya.

Sejumlah bantuan pun telah didistribusikan, diantaranya makanan dari Dinsos Kabupaten Cirebon, juga barang-barang tanggap darurat bencana dari Dinsos Provinsi Jawa Barat, serta barang-barang tanggap darurat bencana dari BPBD Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, dalam penanganan banjir kali ini, kami (Pemkab) mendapatkan bantuan dari sejumlah instansi,” tutupnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri kegiatan Penyampaian Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, bertempat di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).

Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo beserta para pemangku kepentingan lainnya, termasuk perwakilan pemerintah daerah (pemda)

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Cirebon mengatakan, acara ini bertujuan untuk mempertegas hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat di tahun 2023, serta ringkasan hasil pemeriksaan semester II pada tahun yang sama.

Selain itu, tutur Wahyu, ada beberapa pesan penting yang disampaikan Presiden RI kepada seluruh peserta pada acara tersebut.

Salah satunya, Presiden menekankan, bahwa predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang disematkan pada suatu pemerintah daerah bukanlah sekedar prestasi, melainkan kewajiban yang harus dilakukan dengan penuh pertanggungjawaban.

“Jadi, predikat WTP ini menjadi keharusan bagi pemda, untuk melakukan akuntabilitas keuangan yang maksimal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa Presiden mengingatkan seluruh pihak akan pentingnya untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada, guna menjaga pertumbuhan ekonomi di atas angka 5 persen.

Meski di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia saat ini berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 5,11 persen.

“Kemudian, seluruh pemda harus segera mengimplementasikan rekomendasi yang dikeluarkan dari BPK,” ungkap Wahyu.

Wahyu menuturkan, poin penting yang disampaikan Presiden, yakni terkait upaya untuk menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik. Sebab, hal ini menjadi bagian dari inisiatif perbaikan yang terus berlangsung.

Presiden menegaskan, lanjut Wahyu, bahwa semua pihak perlu menerapkan pendekatan yang berorientasi pada hasil, bukan hanya mematuhi prosedur semata.

“Dalam konteks pergantian pemerintahan, Presiden mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan bersama, guna memastikan pengelolaan keuangan publik yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon gerak cepat membantu pemulangan jenazah PMI bernama Tarsono. Kabar duka tentang meninggalnya Tarsono di Jepang, direspon langsung oleh Disnaker Kabupaten Cirebon.

Tarsono merupakan salah seorang PMI asal Desa Gebangudik, Kecamatan Gebang, yang bekerja di Jepang. Almarhum meninggal dunia karena sakit di negara yang mempunyai julukan “Negeri Sakura” itu.

Satgas P2MI Disnaker Kabupaten Cirebon menerima laporan tentang Tarsono, dan Satgas P2MI langsung bergerak membantu pemulangan jenazah Tarsono.

Penyerahan jenazah Tarsono dilakukan oleh pihak BP2MI Bandara Soetta kepada anggota Satgas P2MI (Fungsional Pengantar Kerja dan PSC Siceria 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta, yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Proses penyerahan jenazah dari mulai penyerahan, hingga pemulangan jenazah berjalan lancar. Jenazah Tarsono tiba di rumah duka dan diserahkan kepada keluarga pada Sabtu (6/7/2024). Gerak cepat Satgas P2MI merupakan tanggung jawab dalam memberikan perlindungan terhadap pekerja migran dan keluarganya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto SSTP MM mengatakan, pihaknya selalu siaga untuk melayani masyarakat, terutama PMI.

“Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon beserta Tim Satgas P2MI akan terus berperan serta aktif untuk memberikan perlindungan terhadap PMI. Salah satunya, memfasilitasi pemulangan PMI bermasalah dari negara penempatan, baik dalam keadaan sehat, sakit ataupun meninggal dunia,” ujar Novi. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Puluhan atlet dan official yang tergabung dalam Kontingen Kabupaten Cirebon, siap berlaga pada ajang Pekan Olahraga dan Seni antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XI Tahun 2024.

Tim tersebut secara resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (5/7/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menekankan, bahwa kegiatan ini diadakan untuk mempererat persahabatan dan meningkatkan komunikasi, serta kolaborasi di wilayah perbatasan.

Menurut Wahyu, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan, mengingat pentingnya sinergi antarwilayah untuk memastikan kesejahteraan warga.

“Gunakan ajang ini untuk mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif seperti Porsenitas ini, dapat menjadi platform yang efektif untuk memperkuat jejaring dan membangun komunikasi yang lebih baik antara daerah.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat membuka peluang bagi setiap daerah untuk berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan menemukan solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi.

Wahyu juga berpesan, pada ajang silaturahmi yang dikemas dalam bentuk olahraga dan seni ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi lebih pada memperkuat jejaring serta komunikasi antardaerah.

Meskipun meraih prestasi merupakan hal yang membanggakan, Wahyu menilai, prioritas dari gelaran ini tetaplah untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi yang solid.

Ia mengingatkan, para atlet dan official untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga semangat persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Kami mengapresiasi semangat para atlet dan official yang siap berlaga, serta mengajak mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membangun hubungan yang positif dengan kontingen dari daerah lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin SSos MSi yang juga bertindak sebagai Tim Manager Porsenitas Kabupaten Cirebon, menyampaikan bahwa Porsenitas kali ini akan diselenggarakan di Cilacap.

Ikin menyebut, Kontingen Kabupaten Cirebon berlaga pada beberapa cabang olahraga, seperti catur, voli pantai, atletik, tenis meja, dan tenis lapangan yang diikuti dengan total peserta sekitar 60 orang.

“Target utamanya adalah untuk menjalin silaturahmi dengan daerah lain, sementara prestasi menjadi nilai tambah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Porsenitas yang diadakan setiap tahun dengan lokasi bergilir di 10 daerah, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antardaerah demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kontingen Kabupaten Cirebon telah siap untuk berlaga dan diharapkan akan memberikan yang terbaik di Porsenitas XI 2024,” pungkasnya. (DISKOMINFO)

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas transportasi melalui penyelenggaraan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Ruang Nyi Mas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (4/7/2024).

Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi, Kepala Polresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni SH SIK MH, serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam forum tersebut, Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyoroti dua isu utama. Pertama, berkaitan pada kondisi saat ini di Kabupaten Cirebon, termasuk tingkat kecelakaan, kemacetan, dan berbagai masalah lain yang memerlukan penyelesaian segera.

Poin kedua, kata Wahyu, terkait dengan perencanaan masa depan Kabupaten Cirebon yang mencakup ide dan solusi untuk mencapai kondisi ideal di masa mendatang.

“Kita harus segera menyelesaikan masalah, seperti tingkat kecelakaan dan kemacetan yang ada saat ini di Kabupaten Cirebon. Selain itu, kita juga perlu merencanakan masa depan yang ideal untuk transportasi di wilayah kita,” ujarnya.

Ia memaparkan, pembahasan di forum ini, diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan lalu lintas yang ada, dan merencanakan masa depan transportasi yang lebih baik di Kabupaten Cirebon.

Sebab, tutur dia, forum ini pun menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan teratur bagi warganya.

“Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem transportasinya, menjadikannya sebagai daerah yang tidak hanya ramai, tetapi juga teratur dan nyaman bagi seluruh penggunanya,” tukasnya.

Pada prinsipnya, ia menegaskan, bahwa infrastruktur jalan, pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien, dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik harus segera direalisasikan.

Selain itu, berbagai program edukasi tentang keselamatan berlalu lintas dan pengurangan emisi kendaraan juga perlu digiatkan lagi, untuk mendukung tercapainya kondisi transportasi yang ideal di masa depan.

Hal senada disampaikan Kepala Polresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, yang menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di bidang transportasi, guna mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas.

Tujuannya, lanjut dia, agar Kabupaten Cirebon menjadi wilayah yang ramai namun tetap lancar dan indah. Menurut Sumarni, meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas menjadi salah satu fokus utama dari forum ini.

“Kami hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di bidang transportasi, guna mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas,” kata Sumarni.

Elemen masyarakat diajak untuk lebih tertib dalam berkendara, baik pengguna roda dua, roda empat, maupun bus. Koordinasi dengan dinas terkait juga perlu ditingkatkan untuk menciptakan lalu lintas yang nyaman dan aman.

“Kami ingin Kabupaten Cirebon menjadi wilayah yang ramai, namun tetap lancar dan indah,” tukasnya. (DISKOMINFO)