Posts

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.S.i melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting bertempat di kantor Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Selasa (28/3/2023).

Ayu—panggilan akrab Wakil Bupati Cirebon, menjelaskan bahwa penanganan masalah stunting ini harus dimulai dari calon pengantin (catin).

“Masalah stunting ini kita tidak bicara kekurangan gizi, tidak bicara seribu hari pertama kelahiran, tapi dari mulai catin (calon pengantin). Sudah ada 10 SMP dan 14 SMA yang sudah kami beri tablet tambah darah. Artinya, mulai dari persiapan anak mau memasuki jenjang perkawinan saja sudah dipersiapkan,” ujar Ayu.

Dirinya menjelaskan, bahwa prosentase angka stunting tahun 2023 di Provinsi Jawa Barat saat ini, masih diangka 21% dan sudah turun menjadi 20%. Harapannya, di tahun 2024 nanti prosentasenya bias turun menjadi 14%.

Seperti halnya di Jawa Barat, Ayu mempunyai harapan yang sama terhadap prosentase angka stunting Kabupaten Cirebon agar bisa semakin melandai.

“Untuk Kabupaten Cirebon, di tahun 2022 jumlah anak stunting sebanyak 15.299. Sedangkan pada tahun 2023 ini, mengalami penurunan jadi 14.014 anak. Artinya, sudah ada penurunan sebesar 1%. Sementara itu, berdasarkan SSGI, Kabupaten Cirebon berada diangka 18%,” jelasnya.

Meskipun Kabupaten Cirebon berada di bawah prevelensi Provinsi, Ayu mengungkapkan bahwa Pemkab Cirebon bersama pihak-pihak terkait harus tetap bekerja keras, karena di tahun 2023 ini merupakan tahun yang memang sulit dalam penurunan angka stunting.

“Kita juga sudah mempunyai TPPS Kabupaten, TPPS Kecamatan dan TPPS Desa sebagai wujud keseriusan kita untuk menangani masalah stunting,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Camat Kecamatan Pangenan, Bambang Setiadi, S.E menekankan kepada para kepala desa agar menganggarkan APBDnya untuk penanganan stunting. Dirinya berharap, agar di tahun-tahun berikutnya, angka stunting khususnya di Kecamatan Pangenan, prosentasenya bisa semakin menurun.

“Harapan saya, di tahun berikutnya angka stunting di Kecamatan Pangenan semakin menurun, bahkan bisa hilang,” harap Bambang. (DISKOMINFO)